Wednesday, September 30, 2015

Perkembangan Islam di benua Eropa

Perkembangan Islam di benua Eropa - Berdasarkan kenyataan sejarah Islam, Islam memasuki benua Eropa melalui empat periode yaitu:

Periode pertama

Periode kekhalifahan Islam di Spanyol (Andalusia) selama + 8 abad dan pemerintahan umat Islam di beberapa pulau, di antaranya: Prancis Selatan, Sicilia, dan Italia Selatan. Kekhalifahan Islam di Spanyol berakhir pada tahun 1492, setelah penguasa Kristen memaksa khalifah terakhir dari dinasti Bani Umayyah II, Abu Abdillah untuk menyerah.

Setelah itu, umat Islam Spanyol dihadapkan pada tig pilihan, yaitu: masuk Kristen, keluar dari Spanyol, atau dibunuh. Mereka banyak yang meninggalkan Spanyol dan pindah ke Benua Afrika, bahkan ada juga yang ke Benua Amerika. Demikian pula pada abad XI, bangsa Norman di Sicilia dan Italia Selatan telah menaklukkan pemerintahan Islam di Mediterania, wilayah-wilayah Prancis Selatan, Sicilia, dan Italia Selatan.

Periode kedua

Adanya penyebaran tentara Mongol pada abad ke-13. Di antara penguasan Mongol, yakni Dinasti Khan beragama Islam, kekuasaannya berpusat di Sungai Volga sebelah utara Laut Kaspian dan Laut Tengah, ia meninggalkan penduduk Muslim di sekitar Sungai Volga hingga Kaukasus dan Krimea, yang terdiri dari orang-orang Tartar.

Kemudian mereka menyebar ke berbagai wilayah kekaisaran Rusia, dan membangun koloni di berbagai tempat. Mereka menjadi penduduk Finlandia, wilayah Polandia, dan Ukraina.

Periode ketiga

Periode ekspansi kekhalifahan Turki Usmani sekitar abad ke-14 dan ke-15 ke wilayah Balkan dan Eropa Tengah. Akibat dari ekspansi itu sampai sekarang terdapat kaum Muslim keturunan Turki di Yugoslavia, Rumania, Yunani, Bosnia Herzegovia, dan di Albania. Bahkan di Albania umat Islam merupakan penduduk mayoritas.

Periode keempat

Periode kaum imigran Muslim memasuki benua Eropa setelah perang dunia ke-2, terutama ke negara-negara industri, seperti: Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Belgia.

Di bawah ini akan dikemukakan keberadaan kaum Muslim di beberapa negara dari benua Eropa.

1. Spanyol

Kaum Muslim yang mendiami Spanyol dewasa ini terdiri dari keturunan umat Islam yang terusir pada peristiwa Reqonquista (1492 M), kaum imigran pencari kerja yang bertempat tinggal di Spanyol hanya untuk sementara, dan kaum imigran yang menetap di Spanyol. Jumlah mereka menurut catatan Jongen S. Nielson pada tahun 1990 adalah sebesar 250.000 orang. Mereka berasal dari Maroko, Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Pada tahun 1992, terdapat kesepakatan antara pemerintah Spanyol dan Comission Islamica Espana (Komisi Islam Spanyol), yang isinya:
  • Kaum Muslimin diizinkan untuk memberikan pengajaran agama di sekolah negeri maupun swasta.
  • Kaum Muslimin diberi izin membangun sekolah yang dikelola sendiri.
  • Izin melaksanakan ibadah di angkatan bersenjata, rumah sakit, dan penjara.
  • Izin merayakan hari raya keagamaan dan difasilitasi untuk memperoleh makanan halal.

2. Prancis

Jumlah penduduk Muslim di Prancis cukup banyak (+7% dari total penduduk). Mereka berasal dari Aljazair, Maroko, Tunisia, Afrika, Sub Sahara, wilayah Laut Hitam, dan dari berbagai wilayah Timur Tengah (Mesir, Libanon, Suriah, Yordania, dan Irak) dan Asia Tengah (Turki, Iran, Afganistan, dan Pakistan).

Pada tahun 1992, di Prancis terdapat sekitar 1.300 organisasi Muslim. Di antara organisasi-organisasi tersebut, ada yang hanya bergerak di bidang keagamaan, terutama dakwah, seperti Jama’ah At-Tablig Wa ad Dakwah dan Foiet Pratique (Iman dan Praktik), ada juga organisasi yang menjadikan agama bukan sebagai satu-satunya tema pokok kegiatan, misalnya: Generation Egalite (Generasi Kesamaan), France Plus (Prancis Plus), dan Generation Beur (Generasi Emigran Afrika Utara). Organisasi-organisasi yang kebanyakan anggotanya berusia muda tersebut sering menyampaikan protes ketidaksetujuan mereka dijadikan warga kelas dua di Prancis.

Selama beberapa tahun terakhir ini, ada upaya untuk mengkoordinasi organisasi-organisasi kamu Muslin di Prancis yang cukup banyak itu. Hal ini ditandai dengan didirikannya Federation Nationale des Musulmans de France (FNMF = Federasi Nasional Muslim Prancis), Union des Organisation Islamiques de France (UDIF = Serikat Organisasi Islam Prancis), dan Conceil Relegieux de Islam en France (CORIF = Dewan keagamaan Islam di Prancis).

CORIF didirikan pada 6 November 1989 di bawah Departemen Dalam Negeri. Dewan ini beranggotakan 15 orang pemuka Muslim Prancis, yang tugasnya melakukan pengkajian mengenai masalah-masalah kaum Muslim Prancis.

Selain banyaknya organisasi-organisasi Islam, keberadaan kaum Muslimin di Prancis itu ditandai dengan:
  1. Didirikannya masjid-masjid, pemukiman-pemukiman warga Muslimin, dan sekolah-sekolah untuk warga Muslim.
  2. Makin banyaknya wanita yang berjilbab di jalan-jalan.
  3. Mengadakan pameran buku-buku Islam di Prancis.
  4. Banyaknya toko-toko yang menyediakan makanan-makanan halal.
  5. Berkembangnya beberapa kelompok tarekat (kelompok sufi), seperti Tarekat Qadiriah, Tarekat Tijaniah, Tarekat Naqsyabandiah, dan Tarekat Bektasyi.

Selain di Spanyol dan Prancis, kaum Muslim di Benua Eropa juga terdapat di negara-negara lainnya. Seperti di Inggris, Jerman, Belanda, Belgia, Swedia, Denmark, Norwegia, Swiss, Australia, dan Italia. Keberadaan kaum Muslimin di negara-negara tersebut makin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Perkembangan Islam di benua Eropa

2 komentar:

  1. Artikel yang bagus dan menarik. kunjungi juga http://ceramahimtaqsmp.blogspot.co.id/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah. Terima kasih atas kunjungannya dan komentarnya mbak :)

      Delete

Bismillaah ..
Anda boleh meninggalkan komentar di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

Terima Kasih.