Monday, February 27, 2017

Inilah 7 Adab Anjuran Rasulullah SAW Sebelum Hendak Pergi Menuju Masjid

Assalamu'alaikum. Sebagian besar orang-orang yang hendak pergi ke masjid untuk menunaikan shalat berjama'ah tidaklah begitu banyak yang mengetahui tentang adab-adab ini.


Seperti yang kita ketahui bahwa shalat berjamaah di masjid merupakan salah satu amal yang mulia. Agar ibadah ini semakin sempurna, ada beberapa adab dan petunjuk Rasulullah saw. yang tidak boleh diabaikan.

Bagi sobat yang belum mengetahui apa saja adab yang dapat dilakukan sebelum hendak pergi ke masjid, berikut penjelasan selengkapnya.

Hindari memakan makanan tidak sedap baunya

Sebelum sobat hendak berangkat ke masjid, sebaiknya sobat tidak memakan makanan yang mengakibatkan bau mulut menjadi tidak sedap, seperti bawang putih, bawang merah, dan makanan yang menimbulkan bau tak sedap lainnya. Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadist sahih Bukhari & Muslim yang menyebutkan:
"Barangsiapa makan bawang putih atau bawang merah, maka janganlah ia mendekati masjid kami." (H.R. Bukhari & Muslim)
Untuk itu, hindarilah memakan makanan yang menjadikan mulut berbau tidak sedap sebelum pergi ke masjid.

Membaca do'a keluar rumah sebelum berangkat ke masjid

Sebelum kita berangkat ke masjid untuk shalat berjama'ah, sebaiknya membaca do'a keluar rumah. Hal ini diriwayatkan hadist sahih Abu Daud & Tirmidzi yang menyatakan:
"Hendaklah orang yang keluar rumahnya membaca: Bismilaahi tawakkaltu 'alallah, laa hawla wa laa quwwata illaa billaah." (H.R. Abu Daud & Tirmidzi)
Jadi, jangan lupa baca doa keluar rumah sebelum berangkat ke masjid ya sobat :)

Bersegeralah ke masjid

Ketika sobat sedang sibuk melakukan suatu aktivitas seperti bekerja kemudian terdengar adzan berkumandang, maka janganlah ditunda-tunda. Bersegeralah ke masjid! Dari Al Aswad, dia berkata bahwa dia menanyakan pada ‘Aisyah mengenai apa saja yang dilakukan oleh Nabi saw. di rumahnya, maka ‘Aisyah menjawab:
"Rasulullah saw. biasa membantu pekerjaan keluarganya, ketika ada panggilan shalat jama’ah, beliau bergegas pergi menunaikan shalat." (HR. Bukhari)
Itulah yang harus kita laksanakan setelah mendengar adzan berkumandang, bukan malah menunda dengan meneruskan aktivitas maupun pekerjaan di saat itu juga hingga iqomah. Sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadist sahih Bukhari & Muslim, Nabi Muhammad saw. bersabda:
"Seandainya setiap orang tahu keutamaan adzan dan shaf pertama, kemudian mereka ingin memperebutkannya, tentu mereka akan memperebutkannya dengan berundi." (H.R. Bukhari & Muslim)

Sikat gigi sebelum pergi ke masjid

Bersikat gigi sebelum pergi ke masjid merupakan sunnah. Hal ini juga dilakukan Rasulullah saw. sebelum hendak berangkat menuju masjid yang mana pada masanya dikenal dengan bersiwak. Rasulullah saw. bersabda:
"Bersiwak itu sebagai pembersih mulut dan diridhai oleh Allah". (H.R. Ahmad, An-Nasa’i, dan Bukhari)
Pada masa kini siwak sudah sangat jarang digunakan, namun sebagai gantinya bisa menggunakan sikat dan pasta gigi atau apa saja yang dapat membersihkan gigi dan mulut. Sebagaimana diriwayatkan hadist sahih Ahmad, Malik & An-Nasa'i yang menyebutkan:
"Kalaulah tidak akan memberatkan umatku, tentulah kuperintahkan kepada mereka supaya gosok gigi pada tiap-tiap berwudhu."
Maksud dari sunnah bersiwak atau bersikat gigi sebelum shalat adalah untuk menghilangan bau mulut yang tidak sedap dan mengharumkan, membersihkan gigi, dan mengeluarkan kotoran yang ada disela-sela gigi setelah kita makan, sehingga tidak mengganggu jalannya shalat.

Berpakaian yang terbaik ke masjid

Sebelum ke masjid, pakailah pakaian terbaik. Maksudnya terbaik di sini tidak harus pakaian yang mahal, mewah dan semacamnya, tetapi berpakaian yang layak untuk menutup aurat yang bagi laki-laki dari pusar hingga lutut. Allah SWT. berfirman:
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki masjid)." (Qs. Al-A'raf: 31)
Jadi pakailah pakaian yang membuat diri kita nyaman, celana yang pas jangan sampai ketika rukuk pantat kita terlihat karena celananya dipasang di pinggang dan mudah merosot. Seperti memakai baju koko dan celana bahan katun ataupun sarung.

Bolehkah menggunakan celana jeans? Boleh kok, tapi itu akan membuat kita kesulitan dalam melakukan gerakan shalat karena bahannya yang keras dan tidak selembut katun.

Berwudhu dari rumah 

Sebelum berangkat ke masjid, ada baiknya sobat berwudhu terlebih dahulu di rumah. Rasulullah saw. bersabda:
"Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian berjalan ke salah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid) untuk menunaikan salah satu dari kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan, maka kedua langkahnya salah satunya akan menghapus dosa dan langkah yang lainnya akan mengangkat derajatnya." (HR. Muslim)
Berwudhu dari rumah lebih diutamakan dari pada berwudhu di masjid, bahkan pahalanya lebih besar jika kita berwudhu dari rumah. Jadi, masih ingin berwudhu dari rumah atau di masjid sob?

Pakailah parfum (wewangian) ketika hendak ke masjid

Setelah membersihkan diri dengan bersikat gigi, memakai pakaian terbaik dan berwudhu dari rumah, selanjutnya adalah memakai wewangian atau parfum sebelum berangkat ke masjid. Akan tetapi, anjuran ini dikhususkan bagi laki-laki. Dalilnya sebagai berikut:
“Sesungguhnya sebaik-baik parfum laki-laki adalah yang tampak baunya dan tersembunyi warnanya. Dan sebaik-baik parfum wanita adalah yang tampak warnanya dan tersembunyi baunya.” (Hasan lighoirih. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Abu Dawud)

Diriwayatkan juga dari ‘Aisyah ra., ia berkata, “Aku mengoleskan parfum pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan parfum yang aku punya hingga aku mendapati bekas-bekas parfum di kepala dan jenggot beliau.” (Shahih. HR. Bukhari dan Muslim)

Dua hadits tersebut sudah menjadi hujjah akan disyariatkannya memakai wangi-wangian atau parfum.
Sedangkan wanita dilarang memakai parfum ketika hendak ke masjid berdasarkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi:
"Jika salah seorang dari kalian (wanita) datang ke masjid untuk shalat, maka janganlah ia memakai parfum." (Shahih. HR. Muslim dan Nasa’i)
Tidak bolehnya disini berarti keluar dari rumah dengan aroma parfum, meskipun dia kala itu seusai memakaikan parfum untuk suaminya. Dalil di atas sangatlah tegas tentang larangan wanita keluar dari rumah dalam keadaan menggunakan parfum, termasuk keluar rumah dan hendak pergi ke masjid.

Lalu, bagaimana jika wanita tetap memakai parfum ketika ia keluar rumah?
Jawabannya, tetap tidak boleh! Apabila wanita keluar dari rumahnya, maka dia wajib untuk menghilangkan aroma dari parfum tersebut. Bahkan wanita yang keluar dari rumah dengan aroma parfum dianggap sebagai pezina oleh Rasulullah saw., sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
"Siapa saja wanita yang memakai minyak wangi, kemudian ia melewati suatu kaum agar mereka mencium baunya, maka ia pezina." (Shahih. HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi)
Jelas sekali bahwa meskipun seorang wanita hendak pergi ke masjid, dia juga tidak boleh memakai parfum (apalagi kalau bukan ke masjid tentunya lebih tidak perbolehkan lagi, misalnya pergi ke toko-toko, pasar, dll).

Demikian artikel ini saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi umat manusia khususnya bagi para muslimin dan muslimah sekalian. Terima kasih & Wassalam.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Inilah 7 Adab Anjuran Rasulullah SAW Sebelum Hendak Pergi Menuju Masjid

0 komentar:

Post a Comment

Bismillaah ..
Anda boleh meninggalkan komentar di blog ini dengan syarat :
1. Tidak mengandung SARA
2. Komentar SPAM dan JUNK akan dihapus
3. Tidak diperbolehkan menyertakan link aktif
4. Berkomentar dengan format (Name/URL)

Terima Kasih.